Sabtu, 12 Juni 2010

[Event] Opening World Cup 2010

kemaren2 liat opening piala dunia di Rc** rasanya kok aneh. apa pantes, sebuah acara pembukaan piala dunia tapi band yang di undang nyanyinya lagu lagu cinta? menurut ku kok ngak nyambung sama temanya, 'OPENING CEREMONY WORLD CUP 2010'. harusnya paling enggak band2 Indonesia nyiptain lagu buat tema olah raga. kayak Sheila On 7 waktu piala dunia dulu nyiptain lagu Pemenang jadi bikin semangat.

mana acaranya diisi acara acara gak penting, misal sulap deddy yang hoax, grup grup band alay, dan acara liputan nonton bareng di cafe yang para penontonnya pada norak kalau udah di kamera, iklanya buju buneng kebanyakan, si komentator baru aja ngucapin bela sungkawa buat cucu nelson mandela udah di potong aja ama iklan :hammer

[Techno] Kertas Menu Restoran Diganti iPad

SYDNEY, KOMPAS.com - Sebuah restoran di Australia menggelindingkan bisnisnya mengikuti teknologi yang berkembang saat ini. Yaitu, menu yang biasanya tercetak diatas kertas kini beralih dengan menggunakan iPad keluaran Apple untuk memilih dan memesan makanannya.

Global Mundo Tapas di Rydges Hotel, restoran di Sydney bagian Utara itu membungkus 15 iPad. "Memang ini biaya yang harus dikeluarkan untuk menjalankan bisnis ini," kata GM Rydges Hotel Craig Simpson.

Menurutnya, setiap orang sangat terkesan dengan iPad, dan banyak orang datang kembali ke restoran ini untuk memilih dan memesan makanan dengan iPad.

15 iPad ini digunakan untuk restoran yang memiliki kapasitas 50 tempat duduk untuk memilih makanan dalam daftar menu. Di dalamnya, terdapat potret dan juga catatan mengenai makanan yang ditawarkan. Tentu saja, semuanya dimainkan hanya dengan satu jari layaknya iPod Touch maupun iPhone.

Misalnya, saat memesan steak, maka aplikasi yang dikembangkan untuk iPad ini akan bertanya bagaimana daging sapi itu akan dimasak; matang atau setengah matang. Sesudahnya, dalam satu sentuhan di layar iPad, pesanan akan langsung terkirim ke dapur restoran

Minggu, 23 Mei 2010

[MUSIC] Cinta Melulu - Efek Rumah Kaca










Nada-nada yang minor
Lagu perselingkuhan
Atas nama pasar semuanya begitu klise

Elegi patah hati
Ode pengusir rindu
Atas nama pasar semuanya begitu banal


Reff:
Oh oh…
Lagu cinta melulu
Kita memang benar-benar melayu
Suka mendayu-dayu

Apa memang karena kuping melayu
Suka yang sendu-sendu
Lagu cinta melulu

lagu cinta melulu
kita memang benar-benar melayu
suka mendayu-dayu

lagu lama sih, tapi gak bisa habis buat dibahas. di lagu ini Band Indie asal jakarta ini seakan akan menyindir band - band dan label yang selalu ngejual lagu2 cinta yang ngebuat orang mewek. dan juga sedikit menyindir kita sebagi orang melayu mungkin terlalu suka sama lagu yang mendayu dayu...

Rate : 8 [menurut ku] sampai skrng (23-05-2010) masih aku puter lagunya, masih asik

[POTRET] anak Indonesia umur 2thn masuk koran on line inggris

SEKAYU, SRIPO — Masih ingat bocah yang ketagihan merokok di Jawa? Ternyata di Sungaililin, Musibanyu Asin, ada juga seorang batita (bayi di bawah tiga tahun) yang punya kesamaan serupa. Ardi yang berusia 2,5 tahun ini sehari bisa menghabiskan empat bungkus rokok Surya 16 atau Sampoerna A Mild.

Informasi yang dihimpun wartawan di kediaman Ardi, di Desa Teluk Kemang Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Muba, Minggu (9/5), anak pasangan Rizal (28) dan Diana (25) ini sudah menganggap rokok sebagai makanan sehari-harinya. Bila sehari tidak merokok Ardi akan uring-uringan dan menagis tiada henti.

Jika sudah menangis, orangtua Ardi langsung memberikan sebatang rokok kemudian menghidupkannya untuk dikonsumsi Ardi. Gaya Ardi menghisap rokok persis orang dewasa. Merokok sambil memegang dan memutar-mutarkan rokok di jari kecilnya. Ardi pun bisa mengeluarkan asap dari hidung dan mulut layaknya perokok dewasa.

Menurut Rizal kebiasaan Ardi merokok sudah dimulai sejak berusia 1,5 tahun lalu. Kala itu anak itu merasa pusing sehingga Rizal yang sedang merokok lalu memberikannya kepada putra tunggalnya ini. Rokok yang dikonsumsipun terbilang mahal yaitu jenis Surya 16 dan Sampoerna A Mild sehingga sehari setidaknya Rizal harus menghabiskan Rp 50 ribu untuk membeli rokok.

“Ardi sukar makan, ia lebih banyak merokok layaknya orang dewasa,” kata Rizal.

Walau bertubuh terbilang tambun namun Ardi lincah dan bisa berlari seperti anak seumurnya. Kebiasaan Ardi dianggap biasa oleh Rizal dan Diana, pasangan ini juga merasa tidak khawatir dengan kesehatan Ardi. Kecuali, kebiasaan ini memberatkan perekonomian keluarga. Sehari-hari Rizal hanya berjualan ikan di pasar Sungaililin.

“Kami belum ada rencana menghentikannya karena sudah kebiasaannya yang memberatkan justru penghasilan kami yang pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan merokok Ardi,” kata Rizal yang mengaku tak khawatir anaknya terancam sakit paru dan jantung karena merokok.

buset dah, kemare saja udah heboh, sekarang ternyata ada yg lenih kecil ngikut